Sabtu, 18 Februari 2012

membuat laporan prakerin

di sini saya akan menjelaskan tentang membuat laporan prakerin(praktek kerja nyata)...kepada sobat...
mungkin di sini saya masih ada kekurangan...tapi sobat mohon di maafkan...karena saya adalh orang biasa yang masih ada kekurangan....
langsung saja, kita ke tempat TKP.....
 upzzz....saya lupa sobat, ne contoh membuat laporan pembibitan kelapa sawit...okeeeeee.....mulai....




PEMBIBITAN TANAMAN KELAPA SAWIT
 (Aleis guineensis jacq)
DI PT. TUNGGAL YUNUS ESTATE
OPRS – TOPAZ (OIL PALM RESEARCH STATION)


LAPORAN
PRAKTIK KERJA INDUSTRI










PENYUSUN

NAMA                                     :  LEGIMUN
NIS                                          :  090369
PROGRAM KEAHLIAN        :  AGRIBISNIS PRODUKSI
                                                       TANAMAN                                                                                                                           
KOMPETENSI KEAHLIAN  :  AGRIBISNIS PEMBIBITAN



SMK NEGERI 1 PANGKALAN KURAS
KABUPATEN PELALAWAN
PROPINSI RIAU
2011

 yang



LEMBAR PENGESAHAN



LAPORAN HASIL PRAKTEK KERJA INDUSTRI



NAMA                                    :  LEGIMUN
NIS                                         :  090369
PROGRAM KEAHLIAN     :  AGRIBISNIS PRODUKSI TANAMAN
KOMPETENSI KEAHLIAN            :  AGRIBISNIS PEMBIBITAN


JUDUL LAPORAN
PEMBIBITAN TANAMAN KELAPA SAWIT (Aleis genensis jacq)
DI PT. TUNGGAL YUNUS ESTATE
OPRS – TOPAZ (OIL PALM RESEARCH STATION)



DISAHKAN

Pada Hari        : …………………..
                                      Tanggal           : ………….2011




       Ka.Prodi                                                                            Pembimbing



      Arif Hidayat                                                                    Izharul Ihsan
Nip.19670818 20070 1 009                                               

                                            
Mengetahui,
Kepala Sekolah SMK N.1 Pangkalan Kuras



Muhammad Syukri,S.Pd.M.Pd
Nip.19691223 200212 1 001






KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji hanya bagi Allah semesta alam yang mana berkat Rahmat dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyusun laporan ini dengan sebaik-baiknya.  Dalam menulis laporan ini adalah salah satu bukti bahwa saya telah selesai melaksanakan praktek kerja industri ini dalam bidang agribisnis pembibitan kelapa sawit di PT.Tunggal Yunus Estate OPRS – Topaz (Oil Palm Research Station)
            Dalam menulis laporan ini, penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi.  Mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis, untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan laporan ini.
            Dalam menulis laporan ini juga penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan laporan ini, khusunya :
  1. Seluruh anggota keluarga yang selalu mendukung dan mendoakan saya.
  2. Bapak kepala sekolah Muhammad sukri spd
  3. Bapak Izharul Ihsan sebagai Asisten Rekording.
  4. Bapak Hariady sebagai Mandor Bibitan.
  5. Bapak Eva Warsa Nugraha Sp sebagai guru pembina dalam melaksanakan prakerin.
  6. Bapak Supriyanto Sp sebagai guru pembina dalam melaksanakan prakerin.
  7. Seluruh rekan-rekan kerja

Akhirnya penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal kepada mereka yang memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amin Yaa Robbal Alamin.


Penulis,











DAFTAR ISI

Halaman Judul …………………………………………………………..          i
Halaman Pengesahan ……………………………………………………        ii
Kata Pengantar …………………………………………………………..        iii
Daftar Isi ………………………………………………………………….        iv
Daftar Lampiran …………………………………………………………       v
Daftar Tabel ……………………………………………………………...        v

BAB    I        PENDAHULUAN
                     A. Latar Belakang …………………………………………           1
                     B. Tujuan …………………………………………………..          1
BAB    II      TINJAUAN PUSTAKA
                     A. Sejarah Singkat Kelapa Sawit …………………………            2
                     B. Sifat Botani Tanah ……………………………………...          2
                     C. Pengendalian Gulma …………………………………...           3
                     D. Pemupukan ……………………………………………..          3
                     E. Pengendalian Hama dan Penyakit ……………………              3
BAB III       KEADAAN UMUM LOKASI
                     A. Sejarah Singkat PT.Tunggal Yunus Estate 
                          OPRS – Topaz (Oil Palm Research Station) …………              4
                     B. Lokasi dan Geografis …………………………………..           4
                     C. Komoditi Yang Diusahakan …………………………..            4
                     D. Visi dan Misi & Tujuan Perusahaan …………………               5
BAB    IV     BAHAN DAN METODE
                     A. Bahan …………………………………………………..           6
                     B. Metode ……………………………………………….....          7
BAB    V      HASIL DAN PEMBAHASAN
                     A. Hasil ……………………………………………………           8
                     B. Pembahasan ……………………………………………            8
BAB    VI     PENUTUP
                     A. Kesimpulan ……………………………………………            24
                     B. Saran …………………………………………………..            24

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN – LAMPIRAN

           

DAFTAR LAMPIRAN


Lampiran       I           Contoh papan Identitas Bibit di Pre Nursery
Lampiran       II         Contoh Papan Identitas Bibit di Main Nursery
Lampiran       IlI        Foto-Foto Bibit Yang Abnormal di Pre Nursery
Lampiran       IV        Foto-Foto Bibit Yang Abnormal di Main Nursery
Lampiran       V         Contoh instalasi air

DAFTAR TABEL

Tabel  1.1       Alat dan bahan dalam pembibitan……………………………..6
Tabel  1.2       Rekomendasi pemupukan di Pre Nursery…………………….12
Tabel  1.3       Ikhtisar gejala serangan hama dan penyakit di         pembibitan serta pestisida yang direkomendasikan………….13
Tabel  1.4       Rekomendasi pemupukan Main Nursery……………………..19


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kelapa sawit merupakan tanaman komoditas perkebunan yang cukup penting di Indonesia dan masih memiliki prospek pengembangan yang cukup cerah. Komoditas kelapa sawit baik berupa bahan mentah maupun hasil olahannya menduduki peringkat utama penyumbang devisa non migas terbesar bagi Negara.
 Kelapa sawit adalah tanaman penghasil minyak nabati yang dapat dihandalkan, karena minyak yang dihasilkan memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan minyak yang dihasilkan oleh tanaman lain. 
Tanaman kelapa sawit secara ekonomis sangat menjanjikan keuntungannya, apalagi di provinsi Riau ini. Sebagian besar perkebunan adalah tanaman kelapa sawit, dengan keunggulan lainnya di antaranya memiliki kandungan kolesterol rendah bahkan tanpa kolesterol. Oleh karena itu laporan ini disusun untuk membantu kita memahami lebih dalam tentang kelapa sawit.

B. Tujuan
  1. Untuk mendapatkan pengalaman dalam bidang usaha dan pembibitan kelapa sawit.
  2. Dapat mengetahui teknik-teknik dalam pembibitan kelapa sawit.
  3. Sebagai sarana pembaca guna mendapatkan pedoman dalam bidang agrobisnis kelapa sawit.
Adapun tujuan lain dari praktek kerja industri adalah agar siswa dapat mengetahui teknik-teknik dalam pembibitan kelapa sawit serta kendala-kendala dalam pembibitan kelapa sawit.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Sejarah Tanaman Kelapa Sawit
Tanaman kelapa sawit (E.guineensis) berasal dari Afrika dan Amerika Selatan, tepatnya Brazilia. Di Brazilia tanaman ini dapat ditemukan tumbuh secara liar ataupun setengah liar, di sepanjang tepi sungai.  Kelapa sawit yang termasuk sub famili cocoideae merupakan tanaman asli Amerika Selatan, termasuk spesies E.Oliefera dan E.Odora  walaupun demikian, salah satu sub famili cocoideae adalah tanaman asli Afrika.  Zeven (1965) memastikan asal E.guineensis berdasarkan hasil diskripsi para ahli botani sebelumnya dan para penjajah benua Afrika.

B. Sifat Botani Tanah
Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh di berbagai jenis tanah seperti top soil, latosol, alluvial.
Ada 2 sifat utama tanah sebagai media tumbuh adalah sebagai berikut :
1.      Sifat Fisik Tanah
Beberapa hal yang menentukan sifat fisik tanah adalah tekstur, struktur, konsistensis, kemiringan tanah, fermeabilitas, ketebalan lapisan tanah dan kedalam permukaan air.  Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh subur pada tanah gembur dan fermeabilitas sedang.
  1. Sifat Kimia Tanah
Sifat kimia tanah dapat dilihat dari tingkat keasaman dan komposisi kandungan mineral di dalamnya.  Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh pada Ph tanah antara 4.0- 6.5.  sedangkan Ph optimum 5- 5.5.  Tanah yang memiliki Ph rendah dapat dinaikkan dengan pengapuran ataupun pemupukan Dolomite.




C. Pengendalian Gulma
Gulma adalah tumbuhan yang tumbuhnya salah tempat.  Sebagai tumbuhan, gulma selalu berada di sekitar tanaman yang dibudidayakan dan berasosiasi dengannya secara khas.  Gulma dapat tumbuh pada tempat yang miskin nutrisi sampai kaya nutrisi.  Dengan demikian dalam pembibitan kelapa sawit, pengendalian gulma dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu :
  1. Secara Manual
Pengendalian yang dilakukan dengan cara manual yaitu mencabut semua gulma yang ada di dalam dan di luar polybag.  Penyiangan dilakukan dengan rotasi 2 minggu sekali atau tergantung pada pertumbuhan gulmanya.
  1. Secara Kimia
Pengendalian gulma secara kimia yaitu pengendalian dengan menggunakan herbisida kontak dengan knapsack sprayer dengan rotasi 2-3 minggu.

D. Pemupukan
Pemupukan sangat penting dilakukan karena untuk memberikan bahan kepada tanah dengan maksud memperbaiki atau meningkatkan kesuburan tanah.  Jadwal dan dosis pemupukan tergantung pada umur dan pertumbuhan bibit.  Pemupukan ini dapat dilakukan dengan cara yaitu dengan cara dilarutkan dengan air atau ditaburkan.

E. Pegendalian Hama Dan Penyakit
Pengendalian hama dan penyakit sangat penting dilakukan supaya bibit dapat tumbuh sehat dan normal. Pengendalian hama dan penyakit ini dilakukan dengan rotasi 2 minggu sekali.




BAB III
KEADAAN UMUM LOKASI
A. Sejarah singkat PT.Tunggal Yunus Estate, Oil Palm Research Station- Topaz (OPRS)
OPRS topaz telah mulai di rintis sejak tahun 1992 dengan seleksi dan persilangan pohon induk di Costa Rica. Selanjutnya pohon induk yang dihasilkan ditanam di Kebun Topaz, bertujuan untuk menghasilkan bahan tanaman kelapa sawit dengan produktivitas minyak yang tinggi, pertumbuhan meninggi yang lambat dan mempunyai keunggulan sekunder yang diperoleh melalui aktivitas pemuliaan yang sistematis dan berkelanjutan.  Program pemuliaan dilakukan dan didukung oleh pakar yang telah berpengalaman di bidang penelitian kelapa sawit baik dari dalam maupun luar negeri.

B. Lokasi dan Geografis
PT.Tunggal Yunus Estate adalah salah satu anak perusahaan Asian Agri yang terletak di Desa Petapahan - Tapung Kampar – Riau.  Oil Palm Research Station Topaz (OPRS) adalah bagian dari PT.Tunggal Yunus Estate yang bergerak dalam pengembangan dan penelitian kelapa sawit yang menghasilkan bahan tanaman kelapa sawit unggul.

C. Komoditi Yang Diusahakan
Komoditi yang diusahakan PT.Tunggal Yunus Estate Oil Palm Research Station Topaz (OPRS) adalah menghasilkan tanaman kelapa sawit yang superior yang bermutu tinggi karena didukung oleh pohon-pohon induk yang diteliti dan teruji kualitasnya. Selain itu PT.Tunggal Yunus Estate Oil Palm Research Station Topaz (OPRS) ini juga menghasilkan bahan tanaman yang sudah dilakukan pengujian dan seleksi yang ketat dari proses perkecambahan yang baik dan quality control yang ketat.  Sehingga menghasilkan bibit yang berkualitas , yaitu:


  1. Topaz 1 (Dura Deli x Pisifera Nigeria)
  2. Topaz 2 (Dura Deli x Pisifera Ghana)
  3. Topaz 3 (Dura Deli x Pisifera Ekona)
  4. Topaz 4 (Dura Deli x Pisifera Yangambi)

D. Visi, Misi & Tujuan Perusahaan
Visi dan Misi di perusahaan Asian Agri Oil Palm Research Station Topaz (OPRS) adalah sebagai produsen minyak kelapa sawit yang tebesar di dunia yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.  Adapun tujuannya yaitu, untuk menghasilkan bahan tanaman kelapa sawit dengan produktivitas minyak yang tinggi dan mempunyai keunggulan sekunder yang diperoleh melalui aktivitas pemuliaan sistematis dan berkelanjutan.




                                                                             
BAB IV
BAHAN DAN METODE

A.   Alat dan bahan yang di gunakan dalam pembibitan.
Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan pembibitan kelapa sawit sangat penting untuk mempermudah dalam pelaksanaan pembibitan kelapa sawit. Berikut tabel alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan pembibitan kelapa sawit :
      Tabel 1. Alat dan bahan dalam pembibitan.
No.
Kegiatan
Alat
Bahan
Keterangan
1.
Pembukaan lahan
Alat berat, cangkul, kompas


2.
Pembuatan bedengan
Tali, Cangkul, Kayu, Papan & Meteran


3.
Pembuatan instalasi penyiraman
Pompa Air, Waduk, Klap isap, Elboe, Tee Socket, Dop, Stop Kran, Lem Isarplas, Pipa Paralon, Socket drat, dan selang sumisamsui
AIR

4.
Pengisian polybag
Baby bag 14 x22 cm
Polybag 40 x 50 cm
Ayakan Angkong
Tanah Top Soil
Solid , Pupuk Kandang
Pre-Nursery
 Main-Nursery
5.
Penanaman Kecambah
Media yang lebar  (piring)
Air dan Kecambah

6.
Seleksi bibit
Angkong


7.
Trans planting
Pipa bor,angkong, Ember, takaran pupuk, Kawat pemancang
Pupuk CRP






8.
Pengendalian Gulma
Knapsack sprayer,
Cangkul , Parang
Herbisida
Main-Nursery
9.
Pemupukan
Gembor, Knap sack
Sprayer, Ember,
Takaran pupk
Pupuk
Pre-Nursery
10.
Pengendalian HPT
Knap sack
Sprayer
Fungisida & Air


 B. Metode yang di usahakan dalam pembibitan kelapa sawit.
Metode Yang digunakan dalam pembibitan kelapa sawit ada 2 macam,yaitu;
  1. Metode pembibitan satu tahap (single stage)
  2. Metode pembibitan dua tahap (double stage)

1.  Metode pembibitan satu tahap.
Metode pembibitan satu tahap adalah kegiatan penanaman yang kecambahnya langsung ditanam di pembibitan utama (Main-Nursery) tampa ada pembibitan awal (Pre-Nursery). Dalam metode ini penanaman kecambah langsung di tanam ke polybag besar yang berukuran 32 x 40 cm atau ukuran lainnya. Cara penanaman dan media yang digunakan sama dengan metode pembibitan 2 tahap ( Pre-Nursery dan Main-Nursery).
2.  Metode pembibitan 2 tahap.
a. Tahap pertama (Pre-Nursery)
Dalam pembibitan Pre-Nusery  kita harus memulai pembibitan dengan menyemaikan  kecambah kedalam polybag yang berukuran 14 x 22 cm, kemudian dilakukan perawatan hingga 3 – 4 bulan.


b. Tahap kedua (Main-Nursery)
Pembibitan utama (Main-Nursery) ini adalah lanjutan dari pembibitan awal (Pre-nursery). Dalam pembibitan tahap kedua ini, bibit di pindahkan ke polybag besar dan di pelihara sampai berumur 10-12 bulan.








































BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN

Sistem pembibitan terdiri dari 2 tahap, yaitu;
A.    Sistem Pembibitan Satu Tahap
Dalam pembibitan satu tahap kecambah langsung ditanam di dalam polybag  besar yang disusun rapat sampai umur 3-4 bulan.  Sesudah itu bibit-bibit dijarangkan sampai umur 10-12 bulan.  Dalam penggunaan sistem ini lebih banyak kerugiannya sebab tidak bisa dilakukan dalam skala luas dalam penanganan bibit awalnya.
B.     Sistem Pembibitan Dua Tahap
                 Sistem pembibitan 2 tahap ini terdiri atas :

B.1. Pembibitan Pre-Nursery
Pembibtan Pre-Nusery adalah pembibitan tahap awal, yang dibuat pada polybag yang kecil dan dapat memuat dalam jumlah yang banyak.

            B.1.1. Pemilihan Lokasi pembibitan
Lokasi pembibitan kelapa sawit baik dikebun maupun di areal pengembangan harus memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut.
a.           Topografi datar untuk memudahkan pengaturan bibit dan mengurangi  erosi akibat hujan lebat dan penyiraman.
b.    Dekat dengan sumber air, dan air yang tersedia cukup banyak.
c.    Lokasi pembibitan harus dekat dengan jalan agar mudah diawasi.
d.   Areal harus jauh dari sumber hama dan penyakit.
e.    Drainase harus baik sehingga air hujan tidak akan tergenang.
f.     Dekat dengan pemukiman.
g.    Aman dari pencurian.



            B.1.2. Pembukaan Lahan Pembibitan
   Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam pembukaan lahan
pembibitan yaitu :
a.    Membersihkan areal persemaian dengan cara mekanis.
b.    Membersihkan areal pembibitan utama secara mekanis
c.    Membuat jalan permanen kearah lokasi pembibitan
d.   Mempersiapkan program pembibitan dan sistem perairan.
e.    Memesan bahan tanaman dan peralatan-peralatan dalam pembibitan

            B.1.3. Pembuatan Bedengan di Pre-Nursery
   Dalam pembuatan bedengan di Pre-Nursery bedengan dibuat dengan ukuran lebar 1 m dan panjang sesuai kebutuhan dengan jarak antar bedengan 60 cm dan disetiap tepi bedengan diberi tali/kayu/papan agar dalam penyusunan polybag terlihat rapi dan lurus.





           











                                               60 cm









Sesuai Kebutuhan
 





      1 m



Gambar: ukuran bedengan persemaian







            B.1.4. Penyiapan Media dan Pengisian Babybag
Media tanam yang digunakan dalam pengisian babybag adalah menggunakan tanah top soil yang memiliki struktur remah atau gembur.  Dalam pengisian babybag ini ukuran babybag yang digunakan adalah 14 x 22 cm.  Cara pengisian babybag yaitu tanah top soil yang sudah tertumpuk di lokasi pembibitan dicampur dengan solid atau media lainnya dengan perbandingan 3 angkong tanah top soil dan 1 angkong solid, dan kemudian diayak bersih dengan ukuran ayakan panjang dan lebar 1 – 1.2 cm.  Selanjutnya media yang sudah diayak dicampur dengan pupuk CRP dengan dosis 150 gr pupuk untuk 100 kg tanah.  Dan masukkan media tersebut ke babybag sampai penuh dan tidak terlihat patah pinggang.  Biasanya 1 kg babybag ukuran 14 x 22 cm berisi sebanyak 140 – 160 lembar polybag.
            B.1.5. Penanaman kecambah
Seminggu menjelang penanaman kecambah media tanam yang berada di dalam babybag harus di siram setiap pagi. Kemudian gemburkan permukaan media dengan jari telunjuk  atau ibu jari. Kemudian buat lubang tanam untuk meletakan kecambah. Masukan kecambah kedalam    2 - 4 cm di bawah permukaan tanah lalu ratakan kembali hingga menutup kecambah tersebut setebal 1 - 1,5 cm.  Bagian biji yang berbentuk agak tumpul mengarah kebawah dan bagian bakal daun (plumula) yang berbentuk agak tajam  mengarah keatas.








            B.1.6. Pemeliharaan
Pemeliharaan bibitan dilakukan dengan beberapa cara;
a.    Penyiraman
        Penyiraman di Pre-Nusery sebaiknya dilakukan 2 kali sehari,yaitu; Pagi pukul 07:00 - 09:00 WIB, dan sore pukul 15:00 – 18:00 WIB.  Penyiraman ini dapat dilakukan dengan menggunakan selang sumisamsui atau menggunakan selang berkepala gembor, dan kebutuhan airnya yaitu 0,25 liter/babybag/hari.  Untuk memastikan penyiraman terpenuhi 250 cc/ hari perlu dilakukan kalibrasi dengan meletakan media berbentuk polybag dan hasil penyiraman diukur sesuai waktu hingga penyiraman terisi, ukuran 250 cc/ babybag.
b.   Pemupukan 
Pemupukan di Pre-Nursery harus dilakukan karena untuk menambah unsur hara  pada tanah. Pemupukan dilakukan dengan cara dilarutkan dengan air.  Program pemupukan tergantung pada tanaman.















                     Tebel 2. pemupukan di Pre-Nursery

Umur
(Minggu)
PUPUK

UREA
NPK 15.15.6.4

Pre-Nursery

4

25 gr/10 ltr air /200 bbt

5
25 gr/10 ltr air /200 bbt


6

25 gr/10 ltr air /200 bbt

7
25 gr/10 ltr air /200 bbt


8

25 gr/10 ltr air /200 bbt

9
25 gr/10 ltr air /200 bbt


10

25 gr/10 ltr air /200 bbt

11

25 gr/10 ltr air /200 bbt

12

25  gr/10 ltr air /200 bbt

                                   

















c.    Penyiangan Gulma
Penyiangan ini dilakukan dengan mencabut rumput-rumput yang tumbuh di babybag dengan menggunakan tangan.  Penyiangan ini sebaiknya dilakukan 2 minggu sekali. Rumput dibersihkan dan dibuang ke luar bedengan agar bibit terlihat bersih. 

d.   Pengendalian Hama dan Penyakit
                             Pengendalian hama dan penyakit sangat penting dilakukan agar bibit tidak menjadi abnormal.  Beberapa hama dan penyakit yang biasa menyerang kelapa sawit dapat dilihat pada tabel berikut, beserta cara pengendaliannya :

Tabel 1.3 Ikhtisar gejala serangan hama dan penyakit di
                pembibitan serta pestisida yang direkomendasikan
Jenis Hama dan Penyakit
Gejala Serangan
Rekomendasi Pestisida
Bahan Aktif
Nama Dagang
Dosis
HAMA

1.Apogonia dan Adoretus




2. Aphid dan Kutu
(mealibuge)












3. Tungau
(red spidermite)




4. Ulat api & ulat kantong


5.Belala-ng
Lapisan epidermis
Terkikis, atau
Helaian daun dimakan
Seluruhnya (berlubang-
lubang).

Menyerang jaringan
Perakaran dan daun-
Daun menjadi pucat
Seperti gejala kekura-
ngan unsur N.
Karena
rusaknya perakaran
selalu bersimbiosis
dengan semut.

Menyerang bagian bawah daun, terutama daun yang lebih tua dan menghisap cairan pada daun dan daun akan menguning, kemudian kering coklat.
 Umumnya serangan ini  terjadi pada musim kemarau panjang.
Memakan daun atau jaringan epidermisnya saja


Terutama memakan tepi daun tanaman.
1. Aldicarb
2. Sevidan

  


1.Dimeth-oate














1.Dimethoate (jenis akarisida)





1.Delta methrine
2.Dosis carbamyl

1.Delta methrine
2.Carbamyl
Temik10-6
Sevidan 70 WP






  
Rogor
1-40 perfection





















Rogor
1-40 perfection








Decis 2,5 EC


Sevin 8,5-



Decis 2,5 EC
Sevin 8,5-s
4 gr/bbt
0.2-0.5%









0.1-0.2%
0.1-0.2%






















0,1%
0,1%










0,2%


0,1-0,15%




0,25%

0,1-0,15%
PENYAKIT

1.Penyakit bercak daun.




2.Antraknosa
Timbul bercak-bercak kecil warna kuning transparan,kemudian bercak membesar dan menyatuh.
Timbul bercak hijau pucat, dari hijau daun kemudian menjadi coklat, busuk, lalu kering dan rapuh.
1.Mancozab
2. Chiorot thlonil



1.Mancozeb
Dithen M 45
Deconel delsene




Dithen M 45
0,2-0,25%
0,2-0,25%




0,2-0,25%








            B.1.7. Seleksi 
Seleksi ini dilakukan sebelum bibit dipindahkan ke Main-Nursery.  Seleksi bibit di Pre-Nursery bertujuan untuk memisahkan bibit yang abnormal agar tidak terbawak pindah ke Main-Nursery dan masuk ke lapangan.  Bibit abnormal disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor ginetik, kerusakan mekanis, serangan hama dan penyakit, serta kesalahan kultur teknis. Ada 2 untuk tahap dilakukan seleksi yaitu pada umur 4-6 minggu (tahap pertama) dan pada saat sebelum dipindahan ke polybag besar.


Berikut ini beberapa contoh bibit yang abnormal di Pre-Nursery :
1.    Daun sempit seperti rumput (grass leaf)
2.    Bibit memutar (twisted leaf)
3.    Daun menggulung (rolled leaf)
4.    Daun mengkerut (crinkle leaf)
5.    Daun tidak membuka (collante)
6.    Daun dengan strip kuning (chimaera)
7.    Tanaman kerdil (runt)
                     (Foto – foto terlampir)










            B.1.8. Administrasi Bibitan
a.    Administrasi bibitan harus dibuat rapi dan benar.
b.    Bibit ditanam,dicatat jumlahnya,dan waktu seleksi juga di catat.

Contoh pencatatan administrasi bibitan di prenusery.
1.      Tanggal terimah kecambah.
2.      Jumlah kecambah di terima.
3.      Jumlah kecambah ditanam.
4.      Jumlah bibit diseleksi I.
5.      Jumlah bibit diseleksi II.
6.      Stok akhir di Pre-Nursery.
7.      Jumlah bibit di transplanting.



















B.2. Pembibitan Main-Nursery
Pembibitan Main-Nursery adalah pembibitan tahap kedua dari pembibitan awal Pre-Nursery.

B.2.1. Pemilihan Lokasi pembibitan
Lokasi pembibitan kelapa sawit baik dikebun maupun di areal pengembangan harus memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut.
a.       Topografi datar untuk memudahkan pengaturan bibit dan mengurangi  erosi akibat hujan lebat dan penyiraman.
b.       Dekat dengan sumber air, dan air yang tersedia cukup banyak.
c.       Lokasi pembibitan harus dekat dengan jalan agar mudah diawasi.
d.      Areal harus jauh dari sumber hama dan penakit.
e.       Draenase harus baik sehingga air hujan tidak akan tergenang.
f.        Dekat dengan pemukiman.
g.       Aman dari pencurian.

B.2.2. Pembuatan sistem irigasi
Air merupakan faktor terpenting dalam pembibitan kelapa sawit.  Sehingga pembuatan instalasi air sangat dibutuhkan.  Dalam satu hari bibit sawit membutuhkan air ± 2 - 3 liter per polybag setiap harinya.

B.2.3. Penyiapan Polybag dan Pengisian Polybag
                   Polybag yang digunakan sebaiknya berwarna hitam dengan ukuran   32 x 40 cm atau ukuran lainnya (40 x 50 cm). Media tanam bibit menggunakan tanah top soil yang memiliki struktur remah dan gembur. 
      Cara pengisian polybag :
a.       Media dibersihkan dari kayu dan batu sebelum dimasukkan ke dalam polybag tersebut.
b.      Media diayak terlebih dahulu dengan ukuran ayakan 1,5 - 2 cm.
c.       Polybag di isi dengan media yang sudah bersih sampai penuh.
d.      Lalu hentakkan 3 kali hingga media tanah memadat.

B.2.4. Penyusunan Polybag  (spacing)
           Sebelum dilakukan penyusunan polybag areal pembibitan dipancang dahulu dengan menggunakan kawat yang sudah memiliki jarak antara 80 x 80 cm atau ukuran lain.  Dengan menggunakan susunan segitiga sama sisi (mata lima), kemudian dilakukan penyusunan dengan tegak dan lurus.

B.2.5. Transplanting
                Sebelum melakukan transplanting kita harus memperhatikan syaratnya yaitu:
1.      Polybag sudah tersusun rapi di Main-Nursery dengan jarak antara polybag satu dengan polybag lainya adalah 80 x 80 cm atau 90 x 90 cm.
2.      Ukuran polybag yang digunakan adalah 32 x 40 cm atau ukuran lainnya.
3.      Bentuk susunan polybag berbentuk susunan segitiga sama sisi (mata lima).
Dalam transplanting ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan :
a.     Pembuatan lubang tanam
Polybag yang sudah tersusun rapi dibor dengan menggunakan pipa bor yang ukuranya 3 inci, kemudian pipa bor diletakkan tepat di tengah-tengah polybag dengan kedalam 20 cm.  setelah itu lubang tanam diberi pupuk Rock Phosphate dengan konsentrasi 25 gr/polybag.
b.    Penanaman
Seminggu sebelum penanaman media tanam di polybag harus disiram.  Bibit dipindahkan dari Pre-Nursery setelah berdaun 2 - 3 helai dengan umur maksimum 3 bulan.  Bibit di ecer dahulu di setiap polybag.



Cara penanaman :
1.      Sayat babybag dengan pisau secara hati-hati dari bawah ke atas agar mudah di lepas dan media tidak sampai terikut.
2.      Masukan bibit berserta tanahnya ke dalam lubang. Lalu atur agar posisinya tegak seperti semula.
3.      Tekan tanah di sekeliling bibit agar lebih padat dan merata. Jika di rasakan kurang, tambahkan tanah hingga sedikit melewati akar. Bagian atas yang tidak di isi tanah setinggi 2 - 3 cm. Bagian ini memungkinkan untuk meletakan pupuk , air, dan mulsa.
c.     Konsolidasi
Yaitu penambahan media tanam pada polybag yang sudah di tanami dengan mengunakan solid, tanah topsoil, dan mulsa (serat sawit).

B.2.6.  Pemeliharaan
  Pemeliharaan bibitan dilakukan dengan beberapa cara antara lain :
b.    Pemupukan.
Pemupukan di Main-Nursery sangat penting dilakukan karena utuk menambahkan unsur hara pada tanah. Pemupukan ini dilakukan dengan cara ditaburkan di sekeliling bibit tanaman. Rekomendasi pemupukan dapat di lihat ada tabel dibawah ini:










                       Tabel 5. Rekomendasi pemupukan di main nursery
Umur
(minggu)
PUPUK(gram/Bibit)
NPK 15:15:6:4
NPK 12:12:17:2+TE
Kieserite
Main nursery

14
2,5


16
5,0


18
7,0


20
10,0


22
10,0


24
10,0


28

20,0
10,0
32

20,0

36

25,0

40

25,0
15,0
44

30,0

48

30,0

52

30,0
15,0
Total
45,0
180,0
40,0


c.      Penyiraman.
Penyiraman dilakukan setiap hari secara teratur dengan jumlah yang cukup. Jika musim kemarau, siram bibit 2 kali sehari yaitu pagi jam 07:00 - 11:00 Wib, dan sore jam 14:00 – 18:00 Wib. Kebutuhan air setiap bibinya adalah 2 - 3 ltr/bibit/hari.





d.     Pengendalian gulma / penyiangan
Penyiangan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu :
1.        Penyiangan di dalam polybag
Penyiangan di lakukan secara manual, yaitu mencabut semua gulma yang tumbuh dalam polybeg. Penyiangan di lakukan dengan rotasi 2 minggu sekali.
2.       Penyiangan di gawangan /piringan
Penyiangan ini sebaiknya dilakukan dengan bahan kimia kontak dan knapsack sprayer. Seperti paraquat dengan dosis 6cc/ 1 liter air.
e.       Pengendaliaan hama dan penyakit.
      Pengendalian hama dan penyakit sangat penting dilakukan supaya bibit tidak tumbuh menjadi abnormal. Contoh hama dan penyakit dan cara pengendalianya dapat dilihat pada tabel 1.3



B.2.7. Seleksi Bibit
Seleksi merupakan kegiatan menyingkirkan atau memusnahkan bibit yang abnormal dan mempertahankan bibit yang benar-benar bermutu. 
Seleksi bibit dapat dilakukan 4 tahap yaitu :
1. Seleksi I                  : Umur 3 - 4 bulan (saat dialih tanam)
2. Seleksi II                : Umur 6 bulan
3. Seleksi III               : Umur 9 bulan
4. Seleksi IV               : Saat ditanam di lapangan



Contoh bibit yang tidak normal dan harus dibuang adalah sebagai berikut :
1.      Tanaman kerdil (runt)
2.      Jarak anak daun lebar (wide internode)
3.      Jarak anak daun rapat (short internode)
4.      Pelepah dan anak daun lemas (limp)
5.      Anak daun sempit dan runcing (narrow pinae)
6.      Anak daun lebar dan pendek (short broat pinae)
7.      Anak daun runcing (acute pinnae insertion)
8.      Pelepah pendek rata atas (flat top)
9.      Daun tidak pecah (juvenile)
10.  Pelepah tegak (barren)
11.  Daun strip kunig (chimaera)
12.  Bibit sakit (crown diseases)
(Foto-foto terlampir)


B.2.8. Administrasi Pembibitan
           Administrasi pembibitan harus dibuat rapi dan benar, bibit ditanam, dicatat jumlahnya dan waktu seleksi.
Contoh administrasi pebibitan Pre-Nursery dan Main-Nursery:
1.  Stok bibit sampai akhir bulan.
2.    Jumlah bibit seleksi.
3.    Stok bibit sampai akhir bulan.
4.    Jumlah bibit seleksi I.
5.    Stok bibit sampai akhir bulan.
6.    Jumlah bibit seleksi II.
7.    Stok bibit sampai akhir bulan.
8.    Seleksi akhir bibit.
9.    Stok bibit akhir.
10.  Jumlah dikirim ke tempatnya dan seterusnya.

B.2.9. Pengiriman bibit ke lapangan
     Sebelum bibit dikirim ke lapangan sebaiknya dilakukan terlebih dahulu pemutaran bibit (rocking) hal ini bertujuan untuk menjaga agar bibit tidak stres saat permindahan dari pembibitan ke lapangan.



























BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dalam kegiatan selama pelaksana praktik kerja industri (prakerin) kami dapat mengetahui pembibitan guna meningkatkan produksi petani kelapa sawit, selain itu pelaksanaan prakerin industri di lapangan PT.Tunggal Yunus Estate Oil Palm Research Station – Topaz , Petapahan Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar.  Kami dapat menambah pengetahuan mengenai :
a.         Cara-cara pengelolaan pembibitan dari mulai penanaman hingga bibit siap tanam.
b.           Selama praktik prakerin kami telah terlatih untuk memilih langsung bibit yang baik dengan yang tidak baik (abnormal) di pembibitan.
c.           Selama praktik sangat perlu untuk diperhatikan cara/teknik yang baik untuk membuat sistem pembibitan.
d.          Bibit yang akan dikirim / diterima harus yang baik sehingga berpotensi untuk produksi tinggi karena telah dilakukan seleksi.
e.           Dan dalam pembibitan kami dilatih untuk terjun langsung ke lapangan agar dapat mengelola pembibitan dengan baik .

A. Saran
Dalam pemlihan bibit yang berkualitas sebaiknya petani / masyarakat harus memilih bibit yang sudah memiliki sertifikat dari sumber benih, sehingga petani tidak rugi dalam waktu 25 tahun. Salah satu bibit yang mempunyai sertifikat terdapat di PT.Tunggal Yunus Estate Oil Palm Research Station – Topaz yang memiliki persilangan yaitu; DxP, dan juga hasil pengujian dan seleksi yang tinggi dan juga control kualitas yang ketat memberikan jaminan bibit tanaman yang dihasilkan berkualitas tinggi.



DAFTAR PUSTAKA



1. Pahang iyung, (2008). Panduan lengkap kelapa sawit, manejemen agribisnis dari hulu hingga hilir. Penebar swadaya, Jakarta.

























LAMPIRAN

Lampiran 1. Contoh papan indentitas bibit di Pre-Nursery

20 cm
Tanggal tanam :
Jenis bibit         :
Jumlah bibit     :
Blok                 :


                  15 cm







                                                   30 cm


Lampiran 2. Contoh papan indentitas bibit di Main-Nursery

30 cm
No Block                     :
Tgl Tanam Kecambah :
Tgl Trasplanting          :
Jenis Bibit                    :
Jumlah Bbit                 :





                    20 cm






                                                   58 cm


Lampiran 3. Foto – Foto Bibit Abnormal di Pre-Nursery

                                
Gambar 1. Daun sempit seperti rumput                  Gambar 2.Bibit memutar
                  ( grass leaf )                                                           ( twisted leaf )

                               
Gambar 3. Daun menggulung                                gambar 4. Daun berkerut
                 ( Rolled leaf )                                                         ( crinkle leaf )

                  
Gambar 5. Daun melipat                             Gambar 6. Daun dengan strip kuning
                  ( collante )                                                    ( chimaera )

                                
                                    Gambar 7. Tanaman kerdil
                                                 ( runt )









Lampiran 4. Foto – Foto Bibit Abnormal di Main-Nursery

                    
Gambar 1. Tanaman kerdil                          Gambar 2. Jarak anak daun lebar           
                  ( runt )                                                           ( wide internode )

                   
Gambar 3. anak daun rapat                        Gambar 4. Pelepah dan anak daun lemas
                  ( short internode )                                       ( limp )


                          
Gambar 5. Anak daun sempit dan runcing       Gambar 6. Anak daun lebar dan                                                                                                                                                                                         ( narrow pinae )                                                           pendek (short broard  pinae)

                          
Gambar 7. Anak daun runcing                          Gambar 8. Pelepah pendek rata atas
                  ( acute pinae insertion )                                     ( flat top )



                         
Gambar 9. Daun tidak pecah                           Gambar 10. Pelepah tegak
                  ( juvenile )                                                         ( barren )

                      
Gambar 11. Daun strp kuning                        Gambar 12. Bibit sakit
                    ( chimaera )                                                    ( crowndiseases )











beginilah.....contoh pembuatan laporan prakerin  sesuai dengan kemampuan saya,,,,,,,,,



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar